Rabu, 26 Juni 2019

REGRESI LOGISTIK ORDINAL


Kali ini akan dibahas bagaimana cara membaca output SPSS pada regresi logistik ordinal. langsung saja :

Berdasarkan output dari SPSS diperoleh model awal tahap pertama:
Logit [P (Yi ≤ 1|Xi)] = -1,909 – 0,009 Umur – 0,513 JK(1) – 0,417 P(1) + 0,435 P(2) + 0, 592 P(3) + 0,070 P(4)
Logit [P (Yi ≤ 2|Xi)] = -1,030 – 0,009 Umur – 0,513 JK(1) – 0,417 P(1) + 0,435 P(2) + 0, 592 P(3) + 0,070 P(4)
Logit [P (Yi 3|Xi)] = 0,774 0,009 Umur – 0,513 JK(1) – 0,417 P(1) + 0,435 P(2) + 0, 592 P(3) + 0,070 P(4)
Logit [P (Yi 4|Xi)] = 3,104 0,009 Umur – 0,513 JK(1) – 0,417 P(1) + 0,435 P(2) + 0, 592 P(3) + 0,070 P(4)

Uji Rasio Likelihood (Uji Keseluruhan) Tahap Pertama
Hipotesis : H0 : β1 = β2 = ... = β6 = 0 (Model tidak signifikan)
                  H1 : Paling sedikit ada salah satu dari βk ≠ 0 dengan k =1,2,...,6 (Model signifikan)
Taraf Signifikansi     : α = 5%
Statistik Uji              : G2= -2 ln = 527,793 – 514,952 = 12,841.
Kriteria Uji               : H0 ditolak jika G2 > χ2(0,05;6) dimana nilai χ2(0,05;6) adalah 12,59
Keputusan                : Karena nilai G2 = 12,841 >  2(0,05;6)) = 12,59 maka H0 ditolak.
Kesimpulan              : Karena H0 ditolak dari Uji Rasio Likelihood maka dapat disimpulkan bahwa model signifikan.

Uji Wald (Uji Parameter secara Individu) Tahap Pertama
Hipotesis                  : H0 : βk = 0 (parameter tidak signifikan atau variabel bebas tidak memiliki hubungan yang kuat dengan variabel respon)
                                    H1 : βk ≠ 0 dengan k = 1,2,....,6 (parameter signifikan atau variabel bebas memiliki hubungan yang kuat dengan variabel respon)
Taraf Signifikansi     : α = 5%
Statistik Uji              : Wk =
Kriteria Uji               :  H0  ditolak jika Wk  > χ2(0,05;1)
Uji Wald Tahap Pertama
Variabel Bebas
  Wald
   sig.
χ2(0,05;1)
Keputusan
  Umur
0,478
0,490
3,84
Gagal tolak H0
  JK(1)
3,927
0,048
3,84
       H0 ditolak
  JK(2)




   P(1)
0,398
0,528
3,84
Gagal tolak H0
   P(2)
0,805
0,369
3,84
Gagal tolak H0
   P(3)
4,336
0,037
3,84
H0 ditolak
   P(4)
0,020
0,888
3,84
Gagal tolak H0
   P(5)





Kesimpulan              :    Dari uji parameter secara individu dapat dilihat nilai signifikansi parameter yang diperoleh dari output, maka dapat disimpulkan variabel bebas yang signifikan dan memiliki hubungan yang kuat dengan variabel respon adalah Jenis Kelamin dan Pendidikan.

Model Tahap Kedua
              Pengolahan data pada tahap kedua ini merupakan pengolahan data berdasarkan variabel yang telah signifikan pada pengolahan data tahap pertama. Sehingga diperoleh model awal tahap kedua:
Logit [P (Yi ≤ 1|Xi)] = -1,488 – 0,537 JK(1) – 0,515 P(1) + 0,374 P(2) + 0, 562P(3) + 0,082 P(4)
Logit [P (Yi ≤ 2|Xi)] = -0,610 – 0,537 JK(1) – 0,515 P(1) + 0,374 P(2) + 0, 562P(3) + 0,082 P(4)
Logit [P (Yi 3|Xi)] = 1,190 – 0,537 JK(1) – 0,515 P(1) + 0,374 P(2) + 0, 562P(3) + 0,082 P(4)
Logit [P (Yi 4|Xi)] = 3,517 – 0,537 JK(1) – 0,515 P(1) + 0,374 P(2) + 0, 562P(3) + 0,082 P(4)

Uji Rasio Likelihood (Uji Keseluruhan) Tahap Kedua
Hipotesis : H0 : β1 = β2 = .... =β5 = 0 (Model tidak signifikan)
                  H1 : Paling sedikit ada salah satu dari βk≠ 0 dengan k = 1, 2, .... ,5 (Model signifikan)
Taraf Signifikansi  : α = 5%
Statistik Uji            : G2= -2 ln  = 116,743 – 104,346 = 12,397.
Kriteria Uji             : H0 ditolak jika G2 > χ2(0,05;5) dimana nilai χ2(0,05;5) adalah 11,07
Keputusan              : Karena nilai G2 = 12,397 >  2(0,05;5)) = 11,07 maka H0 ditolak.
Kesimpulan            : Karena H0 ditolak dari Uji Rasio Likelihood maka dapat disimpulkan bahwa model signifikan.

Uji Wald (Uji Parameter secara Individu) Tahap Kedua
Hipotesis                : H0 : βk = 0 (parameter tidak signifikan atau variabel bebas tidak memiliki hubungan yang kuat dengan variabel respon)
                                 H1 : βk ≠ 0 dengan k = 1,2,...,5 (parameter signifikan atau variabel bebas memiliki hubungan yang kuat dengan variabel respon)
Taraf Signifikansi  : α = 5%
Statistik Uji            : Wk =
Kriteria Uji               :H0  ditolak jika Wk > χ2(0,05;1)
Uji Wald Tahap Kedua
Variabel Bebas
  Wald
   sig.
χ2(0,05;1)
Keputusan
  JK(1)
4,437
0,035
3,84
 H0 ditolak
  JK(2)




   P(1)
0,634
0,426
3,84
Gagal tolak H0
   P(2)
0,629
0,428
3,84
Gagal tolak H0
   P(3)
3,994
0,046
3,84
H0 ditolak
   P(4)
0,027
0,869
3,84
Gagal tolak H0
   P(5)





Kesimpulan            : Dari uji parameter secara individu dapat dilihat nilai signifikansi parameter yang diperoleh dari output, maka dapat disimpulkan variabel bebas yang signifikan dan memiliki hubungan yang kuat dengan variabel respon adalah  Jenis Kelamin dan Pendidikan.

Uji Kesesuaian Model Tahap Kedua
Hipotesis                : H0 : Model sesuai (tidak ada perbedaan antara hasil observasi dengan hasil prediksi)
H1 : Model tidak sesuai (ada perbedaan antara hasil observasi dengan hasil prediksi)
Taraf Signifikansi  : α = 5%
Statistik Uji            :  = 25,742
Kriteria Uji             : H0 ditolak jika nilai Deviance > χ2(0,05;31) atau nilai signifikansi <5% (α)
Keputusan              : Karena nilai Deviance = 25,742 < χ2(0,05; 31) = 46,168 atau nilai signifikansi = 0,734 > 0,05 (α) maka H0 diterima.
Kesimpulan            : Karena H0 diterima maka dapat disimpulkan bahwa model akhir tahap ketiga sesuai atau tidak ada perbedaan antara hasil observasi dengan hasil prediksi.

Contoh  penghitungan estimasi peluang
Jika jenis kelamin responden laki-laki (JK(1)) dan pendidikan tertinggi SLA (P(3) , maka :

Logit [P (Yi ≤ 1|Xi)] = -1,488 – 0,537 JK(1) – 0,515 P(1) + 0,374 P(2) + 0, 562P(3) + 0,082 P(4)
Logit [P (Yi ≤ 2|Xi)] = -0,610 – 0,537 JK(1) – 0,515 P(1) + 0,374 P(2) + 0, 562P(3) + 0,082 P(4)
Logit [P (Yi 3|Xi)] = 1,190 – 0,537 JK(1) – 0,515 P(1) + 0,374 P(2) + 0, 562P(3) + 0,082 P(4)
Logit [P (Yi 4|Xi)] = 3,517 – 0,537 JK(1) – 0,515 P(1) + 0,374 P(2) + 0, 562P(3) + 0,082 P(4)

c1 = 0,188
c2 = 0,358
c3 = 0,771
c0,972

Sehingga peluang tidak pernah (p1) = c1 = 0,188
peluang jarang (p2) = c2 – c1 = 0,358 - 0,188 = 0,170
peluang kadang-kadang (p3) = c3 – c2 = 0,771 - 0,358 = 0,413
peluang sering (π4) = c4 – c3 = 0,972 – 0,771 = 0,201
peluang selalu (π5) = 1 – c4 = 1 – 0,972 = 0,028

Pengolahan Tahap Pertama
Model Fitting Information
Model
-2 Log Likelihood
Chi-Square
df
Sig.
Intercept Only
527,793



Final
514,952
12,841
6
,046




                 Goodness-of-Fit

Chi-Square
df
Sig.

Pearson
569,735
530
,113

Deviance
436,368
530
,999






Parameter Estimates

Estimate
Std. Error
Wald
df
Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound
Upper Bound
Threshold
[Respon = 1]
-1,909
,666
8,221
1
,004
-3,213
-,604
[Respon = 2]
-1,030
,656
2,462
1
,117
-2,316
,257
[Respon = 3]
,774
,655
1,399
1
,237
-,509
2,058
[Respon = 4]
3,104
,740
17,576
1
,000
1,653
4,555
Location
Umur
-,009
,013
,478
1
,490
-,034
,016
[Jenis_Kelamin=1]
-,513
,259
3,927
1
,048
-1,020
-,006
[Jenis_Kelamin=2]
0a
.
.
0
.
.
.
[Pendidikan=1]
-,417
,661
,398
1
,528
-1,712
,878
[Pendidikan=2]
,435
,485
,805
1
,369
-,515
1,385
[Pendidikan=3]
,592
,284
4,336
1
,037
,035
1,148
[Pendidikan=4]
,070
,496
,020
1
,888
-,902
1,042
[Pendidikan=5]
0a
.
.
0
.
.
.

Pengolahan Tahap Kedua
Model Fitting Information
Model
-2 Log Likelihood
Chi-Square
df
Sig.
Intercept Only
116,743



Final
104,346
12,397
5
,030


Goodness-of-Fit

Chi-Square
df
Sig.
Pearson
23,291
31
,838
Deviance
25,742
31
,734

Parameter Estimates

Estimate
Std. Error
Wald
df
Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound
Upper Bound
Threshold
[Respon = 1]
-1,488
,288
26,646
1
,000
-2,052
-,923
[Respon = 2]
-,610
,271
5,069
1
,024
-1,141
-,079
[Respon = 3]
1,190
,280
18,013
1
,000
,640
1,740
[Respon = 4]
3,517
,450
61,109
1
,000
2,635
4,399
Location
[Jenis_Kelamin=1]
-,537
,255
4,437
1
,035
-1,037
-,037
[Jenis_Kelamin=2]
0a
.
.
0
.
.
.
[Pendidikan=1]
-,515
,647
,634
1
,426
-1,782
,753
[Pendidikan=2]
,374
,472
,629
1
,428
-,551
1,299
[Pendidikan=3]
,562
,281
3,994
1
,046
,011
1,112
[Pendidikan=4]
,082
,496
,027
1
,869
-,890
1,054
[Pendidikan=5]
0a
.
.
0
.
.
.