Minggu, 20 Maret 2016

CONTOH MAKALAH TEKS OBSERVASI

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas karya ilmiah ini tepat waktu.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing, Ibu Erita Siallagan S.Pd karena telah mengarahkan penulis dalam menyelesaikan tugas ini yang merupakan salah satu aspek penilaian mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Penulis berharap karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya semua siswa maupun siswi SMA Cahaya Medan.

 Seperti peribahasa “Tak ada gading yang tak retak“ . Penulis sadar bahwa masih ada kelemahan dan kekurangan dalam pembuatan tugas ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun dari semua pihak untuk dapat diperbaiki dikemudian hari.

                                                                                                      











Medan, Oktober 2014


Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................ . 1   
DAFTAR ISI ........................................................... . 2   
BAB I Pendahuluan
    A.   Latar belakang masalah .....................................  3    
    B.   Rumusan Masalah .............................................  3  
    C.   Metode Penulisan............................................... 3    
    D.  Tujuan Penulisan ..............................................  4
    E.   Manfaat Penulisan .............................................  4
BAB II Pembahasan
    A.   Sejarah Candi Prambanan................................... 5    
    B.   Misteri Candi Prambana...................................... 6    
    C.   Manfaat Candi Prambanan .................................  8    
BAB III PENUTUP
    A.   Kesimpulan ......................................................  10   
     B.    Saran ..........................................................................  10    
DAFTAR PUSTAKA ................................................. .11









BAB I
PENDAHULUAN
    A.   Latar belakang Masalah
Seperti letusan dahsyat gunung merapi yang menyapu sejumlah wilayah di Yogyakarta pada tahun 2006 M sempat membuat candi-candi di Prambanan mengalami kerusakan yang cukup parah.Tidak sedikit stupa candi yang rontok dan jatuh ke tanah akibat letusan dahsyat itu. Dan beberapa candi tidak berdiri tegak.Mungkin dengan saya mengangkat masalah ini, masyarakat atau anda yang membaca tahu apa penyebab kerusakan bangunan-bangunan bersejarah terutama pada candi prambanan. Dan latar belakang saya yang terakhir adalah saya ingin candi prambanan berdiri kokoh kembali setelah terjadi gempa dengan solusi yang ada baik dari pemerintah maupun dari UNESCO yang ikut berperan sebagai jembatan bagi negara-negara yang ingin membantu rehabilitasi Candi Prambanan lantaran candi ini telah menjadi bagian dari apa yang diistilahkan sebagai world heritage.
   B.   Rumusan Masalah
1      .     Bagaimana sejarah dari Candi Prambanan?
2      .    Apa misteri dibalik berdirinya Candi Prambanan?
3      .    Apa manfaat dari Candi Prambanan?

   C.   Metode Penulisan
Adapun metode penelitian yang di gunakan penulis :
Cara Keperpustakan
      Yaitu penulis mencari keterangan-keterangan dari buku,internet dan media lain yang berhubungan dengan permasalahan yang akan disajikan dalam penyusunan karya tulis ini.
   D.  Tujuan Penulisan
1      .    Untuk mengenal lebih jauh tentang sejarah Candi Prambanan.
2      .    Untuk mengetahui apa misteri dibalik Candi Prambanan.
3      .    Untuk mengetahui manfaat dari Candi Prambanan.

   E.   Manfaat Penulisan
Menambah wawasan penulis tentang Candi Prambanan sebagai objek wisata dan peninggalan budaya bangsa.












BAB II
 PEMBAHASAN
   A.   Sejarah Candi Prambanan
Prambanan berasal dari kata para dan brahmana. Para yang berarti banyak dan brahmana yang berarti orang suci hindu jadi prambanan dapat di artikan sebagai prasasti-prasasti orang suci hindu. Candi prambanan adalah kelompok percandian hindu yang dibangun oleh raja-raja dinasti sanjaya pada abad IX tepatnya pada tahun 778 tahun saka. Ditemukannya nama pikatan pada candi ini menimbulkan pendapat bahwa candi ini di bangun oleh rakai pikatan yang kemudian di selesaikan oleh rakai balitung berdasarkan prasasti berangka pada tahun 856 M. “PRASASTUI SIWARGHA” sebagai manifest politik untuk meneguhkan kedudukannya sebagai raja yangt besar. Terjadinya perpindahan pusat kerajaan mataram ke jawa timur berakibat tidak terrawatnya candi-candi di daerah ini ditambah terjadinya gempa bumi serta beberapa kali meletusnya gunung merapi menjadikan Candi Prambanan runtuh, tinggal puing-puing batu yang berserakan. Sungguh menyedihkan itulah keadaan pada saat ditemukannya kembali candi prambanan.
Usaha pemugaran yang di laksanakan pemerintah Hindia Belanda berjalan sangat lamban dan akhirnya pengerjaan pemugaran yang sangat berharga itu diselesaikan oleh bangsa Indonesia.Pada tanggal 20 Desember 1953 pemugaran candi induk Loro Jongrang secara resmi dinyatakan selesai oleh Ir. Soekarno sebagai presiden Republik Indonesia pertama.
Sampai sekarang pengerjaan pemugaran di lanjutkan, yaitu pemugaran Candi Brahma dan Candi Wisnu. Candi Brahma dipugar mulai tahun 1977 dan selesai di resmikan pada tanggal 23 Maret 1987. sedangkan Candi Wisnu mulai di pugar pada tahun 1982, selesai dan di resmikan oleh Bapak Presiden Soeharto pada tanggal 27 April 1991.
   B.   Misteri Candi Prambanan
Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta,di tengah area yang kini dibangun taman indah.
 Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam.
Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama
memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.
Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas. Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.
Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti ‘terbit’ atau ‘bersinar’, biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).
Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.
Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.
Sama seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia.

     C.   Manfaat Candi Prambanan
Manfaat bagi Masyarakat
Selain bagi dunia pendidikan, keraton juga sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar, terutama dalam bidang perekonomian. Keraton telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Misalnya, banyak masyarakat yang berjualan disekitar lingkungan keraton, baik makanan maupun cenderamata.
 Ada juga yang menyediakan jasa transportasi.Pengunjung Candi berasal dari wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Keraton juga memberikan keuntungan bagi pemerintah, karena dengan adanya wasitawan baik domestik maupun wisatawan asing akan memberikan devisa.
Bagi masyarakat Yogyakarta, Candi juga dapat menyerap tenaga kerja, sehingga jumlah pengangguran dapat ditekan. Yogyakarta yang merupakan kota pelajar, kota budaya dan kota sejarah merupakan tujuan para kaum urban dan para pelajar dari berbagai penjuru Indonesia. Yogyakarta merupakan tempat bertumnya berbagai jenis budaya dan adat yang dibawa oleh kaum pendatang.Yogyakarta juga merupakan kota bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Di Yogyakarta pernah terjadi perlawanan tentara Indonesia yagn dikenal dengan serangan 1 Maretnya. Yogyakarta juga pernah menjadi Ibu kota Negara Indonesia di masa Indonesia sedang darurat. Istana Negara di Jakarta dipindahkan ke Yogyakarta, guna mempertahankan martabat bangsa Indonesia dari penjajah.
 Manfaat bagi Pendidikan
Bagi dunia pendidikan keraton merupakan tempat kajian ilmu, khususnya ilmu sejarah. Siswa atau kalangan pendidikan dapat menggalai sejarah masa lampau dan mempelajari kehidupan di masa lalu.Dengan mengetahui sejarah berdirinya maupun pada masa kejayaannya maka para siswa atau pelajar akan sadar betapa besar peradaban bangsa kita dimasa lalu.Candi Prambanan adalah salah satu peninggalan sejarah dan budaya yang harus dilestarikan dan dijaga agar nilai-nilai bangsa ini tidak jatuh.Dikalangan pelajar, keraton merupakan bukti dari betapa tinggi peradaban budaya bangsa kita pada waktu.
Dengan mempelajari sejarah dan budaya masa lalu, pelajar akan mengerti perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini. Kewajiban para pelajar dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan melestarikan budaya dan tempat-tempat bersejarah yang berada bumi Indonesia ini.





  
BAB III
    PENUTUP
   A.   Kesimpulan
Dari hasil observasi ke Candi Prambanan sebagai salah satu peninggalan sejarah bangsa Indonesia adalah :
1  .   Prambanan berasal dari kata para dan brahmana. Para yang berarti banyak dan     brahmana yang berarti orang suci hindu jadi prambanan dapat di artikan sebagai prasasti-prasasti orang suci hindu.
2   .    Candi prambanan adalah kelompok percandian hindu yang dibangun oleh raja-raja dinasti sanjaya pada abad IX tepatnya pada tahun 778 tahun saka.
3  .   Pada tanggal 20 Desember 1953 pemugaran candi induk Loro Jongrang secara resmi dinyatakan selesaioleh Ir. Soekarno sebagai presiden Republik Indonesia pertama.

   B.   Saran
1    .      Kita sebagai generasi muda harus melestarikan kebudayaan Indonesia dengan menjaga keutuhan keraton dan nilai seninya.
2    .      Kita harus mengungkapkan Candi Prambanan dengan menulis sejarah Candi tersebut ke dalam sebuah karya tulis guna kepentingan untuk melestarikan sejarah kebudayaan Indonesia.
3    .      Candi Prambanan harus dijaga keutuhannya dan keasliannya agar tetap terlihat nilai-nilai sejarahnya.






DAFTAR PUSTAKA
Murdani, Hadiatmatja, M. Sejarah Candi Prambanan, Museum Candi Prambanan. 1978.

KRT, Hudoprayogo. Arti dan Makna Candi Prambanan, CV. Prayogo. Yogyakarta. 1994

http://www.wikipedia.org

http://www.google.co.id





MAKALAH EKSPOSISI

MAKALAH EKSPOSISI

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas karya ilmiah ini tepat waktu.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing, Ibu Erita Siallagan S.pd karena telah mengarahkan penulis dalam menyelesaikan tugas ini yang merupakan salah satu aspek penilaian mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Penulis berharap karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya semua siswa maupun siswi SMA Cahaya Medan.

 Seperti peribahasa “Tak ada gading yang tak retak“ . Penulis sadar bahwa masih ada kelemahan dan kekurangan dalam pembuatan tugas ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun dari semua pihak untuk dapat diperbaiki dikemudian hari.

                                                                                                      











Medan, Oktober 2014


Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................. ..... i
DAFTAR ISI ................................................................... ii
BAB I Pendahuluan
A.   Latar belakang ................................................... ..... iii
B.   Rumusan masalah .............................................. ..... iii
C.   Tujuan .............................................................. ..... iv
D.   Manfaat ......................................................................... ....... iv
BAB II Pembahasan
A.   Masalah kenaikan harga bawang ................................ v
B.   Penyebab kenaikan harga bawang ............................. vi
C.   Solusi kenaikan harga bawang ................................... viii
BAB III PENUTUP
A.   Kesimpulan ........................................................ ..... xi
B.    Saran ............................................................................. ....... xi
DAFTAR PUSTAKA............................................................................ xi









BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar belakang
Ketidakberesan pemerintah dalam mengatur sektor pertanian, khususnya terkait dengan kebijakan impor sektor pangan, semakin nyata. Belum lama ini kenaikan harga komoditas bawang merah dan bawang putih dalam dua pekan terakhir membuat ibu-ibu rumah tangga menjerit hampir di seluruh kota di Tanah Air. Kenaikan harga pada tingkat tertentu sebenarnya tidak menjadi masalah, sepanjang terkendali. Namun akan menjadi masalah jika kenaikan harga sudah tidak terkendali, sehingga menyengsarakan kehidupan masyarakat dengan ekonomi tingkat bawah. Apalagi bila kenaikan tersebut mengakibatkan angka inflasi yang tinggi.
Dampaknya adalah menurunnya kesejahteraan dan daya beli masyarakat. Para ibu rumah tangga pun mengeluh saat harga meningkat menjelang tahun politik ini. Karena itu, upaya menangani sumber-sumber kenaikan harga menjadi strategis untuk dilakukan.
Seperti yang terjadi akhir-akhir yaitu melonjaknya harga bawang yang disebabka oleh beberapa hal. Kenaikan harga bawang yang begitu drastis ini tentu saja menimbulkan berbagai masalah baik itu bagi konsumen mauun Negara. Bag konsumen, kenaikan harga bawang ini terasa begitu menyiksa terutama bagi kalangan masyarakat bawah. Kebutuhan akan komoditi bawang sebagai bumbu dapur ini sangat sulit untuk dikurangi mengingat bawang sendiri sudah menjadi bumbu wajib.
Selain itu, dampak ini juga dirasakan bagi Negara karena kenaikan harga bawang ini merupakan penyumbang kenaikan inflasi terbesar. Maka dari itu perlu dibahas mengenai masalah kenaikan harga bawang ini. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai masalah kenaikan harga bawang, hal-hal yang menyebabkannya dan beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

B.   Rumusan masalah
1)      Bagaimana masalah kenaikan harga bawang yang terjadi di Indonesia?
2)      Apa saja yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga bawang?
3)      Solusi apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kenaikan harga bawang tersebut?

C.   Tujuan
1)      Mengetahui masalah kenaikan harga bawang yang terjadi di Indonesia
2)      Mengetahui hal-hal yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga bawang
3)      Mengetahui solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kenaikan harga bawang tersebut?

D.  Manfaat
1.    Menambah wawasan penulis mengenai pengaruh kebersihan kelas terhadap aktivitas belajar.
2.      Penulis mempunyai pengalaman melakukan penelitian ilmiah dengan langkah-langkah sistematis dan sesuai aturan penulisan KTI.





BAB II
PEMBAHASAN
A.   Masalah Kenaikan Harga Bawang

Kenaikan harga produk hortikultura yang bervariasi memicu ketidakstabilan harga, khususnya bawang merah dan putih. Sebelumnya, harga bawang merah dan bawang putih berada di kisaran Rp 16-18 ribu per kilogram. Saat ini harga bawang putih melonjak menjadi Rp 72 ribu per kg, sedangkan bawang merah Rp 48 ribu per kg. Kenaikan harga dinilai tidak wajar, per hari bahkan bisa naik sampai Rp 5.000. Gejolak kenaikan harga yang bervariasi, jika tidak diantisipasi, dapat berubah menjadi krisis pangan.
Secara teknis, gejolak kenaikan harga pangan disebabkan oleh lemahnya infrastruktur distribusi, nilai tukar mata uang, dan harga input pertanian. Namun ada yang jauh lebih bersifat sistemik, yaitu terjadinya lonjakan harga karena faktor ulah manusia. Yang termasuk faktor ulah manusia adalah peran dominan kaum kapitalis, spekulasi di bursa berjangka, melemahnya peran negara, kebijakan impor yang salah, serta permainan swasta nasional dalam perdagangan.
Kenaikan harga pangan, khususnya bawang merah dan bawang putih, tentu membuat pedagang kecil tidak nyaman berusaha. Konsumen berkurang dan mengeluh. Lonjakan harga pangan hortikultura tak menguntungkan petani kecil, pedagang, dan konsumen. Dengan demikian, pengawasan stok bawang dan komoditas pangan hortikultura lainnya mutlak dilakukan. Payung hukum yang melarang penimbunan perlu diefektifkan. Jaringan informasi distribusi dan harga bawang harus transparan.
Data Kementerian Perdagangan (12/3) menyebutkan, pada Februari  dan minggu pertama Maret 2013, harga bawang putih dan bawang rata-rata naik 31,38 persen. Harga itu  berawal dari  Rp 15.000 lalu meningkat menjadi Rp 60.000 per kilogram (kg). Sementara itu, bawang merah rata-rata naik 11,36 persen. Pada 4 Maret 2013 harganya Rp 21.000 kg, tetapi pada 12 Maret menjadi Rp 40.000 per kg. Dikhawatirkan kenaikan harga bawang putih dan bawang merah akan menyumbang inflasi terbesar untuk bulan Maret 2013. Pada Februari 2013 inflasi terbesar disumbang oleh kenaikan harga bawang putih dan bawang merah sekitar 16% .

B.   Penyebab Kenaikan Harga Bawang

Ada beberapa hal yang disinyalir menjadi penyebab naiknya harga bawang yang sedang terjdi akhir-akhir ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

a.       Cuaca
Akibat cuaca kurang mendukung dan curah hujan cukup tinggi di berbagai belahan dunia akhir 2012 dan berlanjut pada Januari sampai Maret 2013, produksi beberapa komoditas hortikultura menurun, terutama komoditas bawang putih dan bawang merah di sejumlah Negara termasuk sentra-sentra produksi di wilayah Indonesia. Dampaknya, gagal panen dan terganggunya pasokan untuk pasar-pasar konsumsi di dalam negeri. Harga kedua komoditas tersebut dalam kurun waktu yang relatif singkat telah beberapa kali meroket  akibat makin berkurangnya pasokan.

b.      Kurangnya pasokan dan naiknya harga bawang di China
Faktor lain pemicu kenaikan harga bawang adalah kurangnya  pasokan dan naiknya harga dari negara asalnya yaitu China, yang merupakan eksportir terbesar bawang putih ke Indonesia, 95 persen kebutuhan nasional. Di China sendiri harga bawang putih naik dari Rp 13.000 per kg menjadi Rp 18.000 per kg akibat  gagal panen dan makin tingginya permintaan dalam negeri.

c.       Pelanggaran aturan importir
Krisis bawang di Indonesia diperkeruh ulah pemodal dan pengusaha besar ataupun  importir, dengan melanggar aturan impor. Beberapa peti kemas dari 599 peti kemas bawang putih impor dari China, tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Diduga ada unsur kesengajaan pihak importir untuk menahan peti kemas dengan mengulur waktu pengurusan surat persetujuan impor (SPI) dan dokumen rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH). Harapannya,  terjadi kelangkaan bawang di pasar sehingga akan mendongkrak harga. Komisi Perdagangan dan Persaingan Usaha (KPPU)  mensinyalir 11 importir bawang putih melakukan praktik kartel dengan cara mengulur waktu pengurusan ijinnya bagi ke 394 peti kemas produk bawang putih.

d.      Kebijakan Pembatasan importasi
Secara umum, dinamika dan kompleksitas suatu masalah akibat pergerakan harga komoditas tertentu, telah menimbulkan berbagai persoalan sekaligus sebuah tantangan dan peluang yang perlu dicermati dan di antisipasi oleh kalangan stakeholder melalui sejumlah langkah kebijakan dan penerapan strategi yang tepat sasaran, guna mengendalikan dengan menjadikannya lebih bernilai dan bermanfaat (riant nugroho, 2009).
Akibat penerapan kebijakan tentang pembatasan importasi pada 13 produk hortikultura melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 66 Tahun 2012, salah satunya komoditas bawang putih telah menimbulkan terjadinya kenaikan harga yang cukup tinggi pada sejumlah pasar konsumsi di daerah-daerah. Pada awalnya kebijakan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan berbagai alasan, antara lain untuk melindungi hasil produksi/panen para petani lokal yang akan memasuki panen raya, agar terserap hasil panennya di pasaran dan dapat menjamin tingkat harga yang lebih menguntungkan agar tidak jatuh pada tingkat yang rendah, seperti yang dialami pada tahun sebelumnya, serta dapat mengendalikan jumlah yang ideal atas pasokan yang akan memasuki pasar konsumen dalam negeri, antara perbandingan jumlah produksi dalam negeri dengan tingkat kebutuhan impornya.
Berdasarkan data dan angka pemerintah, produksi bawang putih lokal yang dihasilkan para petani menunjukan rata-rata produksinya sebesar 14.200 ton per tahun, sementara untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia, rata-rata per tahun sebesar 400.000 ton. Terlihat cukup besar angka perbandingannya, antara angka jumlah produksi dan angka jumlah kebutuhan permintaan dalam negeri, yaitu angkanya sebesar 385.800 ton per tahun.
Sekitar awal tahun antara Januari sampai dengan Maret 2013, panen raya diperkirakan akan segera dialami oleh para petani lokal penghasil komoditas hortikultura terutama bawang putih dan bawang merah. Dengan alasan dasar itulah pemberlakuan dan penetapan oleh stakeholder mengenai pembatasan impor produk hortikultura terutama komoditas bawang putih diberlakukan.
Pergerakan harga bagi ke dua komoditas tersebut, saat ini telah menjadi perhatian dan fokus utama bagi pemerintah khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Akibat kenaikan harga-harga pangan yang terjadi belakangan ini, dampak yang ditimbulkan sudah cukup meluas bagi hajat hidup orang banyak, dan harus segera dikendalikan kestabilan harganya sehingga tidak akan menggerus daya beli masyarakat Indonesia.
Berdasarkan kenyataan tersebut diatas, semestinya perlu segera dilakukan perbaikan regulasi terhadap kebijakan Permentan Nomor 66/2012 mengenai pembatasan impor hortikultura terutama komoditas bawang putih dan kebijakan terkait bawang putih lokal, bukan dengan cara menutup rapat keran impornya, akan tetapi lebih kepada pengendalian pasokannya di dalam negeri dikarenakan hasil produksi bawang putih kita (lokal) tidak akan mencukupi untuk penyediaan kebutuhan konsumsi masyarakat.

C.   Solusi Kenaikan Harga Bawang

Penyebab kenaikan harga kebutuhan pangan, khususnya komoditas bawang, bila dicermati bisa diakibatkan oleh tiga faktor. Pertama, kelangkaan barang; kedua, penurunan nilai mata uang yang dipegang masyarakat; dan ketiga, tingginya permintaan. Dari ketiga faktor tersebut, faktor kedua adalah problem kenaikan harga (inflasi) pada barang-barang kebutuhan pokok yang biasa terjadi dalam skala tahunan secara agregat (merata pada suatu masyarakat), dan hal ini terjadi bukan lantaran kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok tersebut.
Setidaknya ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi kenaikan harga, terutama komoditas bawang, agar menjadi stabil.

a.       Mengawasi harga agar terkendali
Pemerintah seharusnya mampu mengawasi harga agar terkendali, tidak boleh membiarkan harga melambung tinggi yang dinaikkan sepihak oleh penjual perusahaan swasta, sementara masyarakat menjerit. Praktek-praktek yang terlarang, seperti penipuan, penimbunan, monopoli, menetapkan harga, dan menaikkan harga, perlu ditindak dengan sanksi yang tegas.
Di samping itu, pemerintah perlu mendorong berkembangnya sektor riil saja (pertanian, perikanan, perkebunan, perindustrian, transportasi, dll). Regulasi yang mengatur barang dan jasa yang boleh atau tidak boleh dilakukan secara berkelanjutan perlu dibuat secara berkeadilan. Aktivitas perdagangan produk pangan perlu dijaga agar berjalan sewajarnya, sehat dan adil, tidak merugikan antara penjual dan pembeli dengan menaikkan harga seperti yang terjadi sekarang ini.
             
b.       Penurunan biaya sarana produksi
Pemerintah mesti menurunkan biaya sarana produksi pertanian dan memperbaiki infrastruktur distribusi hasil pertanian. Tingginya biaya produksi dan biaya angkut saat ini dinilai sebagai pemicu utama meningkatnya harga pangan, khususnya bawang. Diperlukan penerapan sanksi yang tegas bagi pelaku peredaran produk illegal serta pengawasan aturan yang diberlakukan terhadap terjadinya kenaikan permintaan makanan dan minuman



c.       Edukasi terhadap konsumen local
Faktor komponen yang perlu serius diperhatikan oleh para pemangku pembuat kebijakan jika akan dilakukan perbaikan pada regulasi, adalah berupaya agar dapat menciptakan kegairahan para petani kembali untuk meningkatkan produktivitas dan produksi bawang putih local, serta upaya yang lebih intensitas pelaksanaan edukasi kepada para konsumen di dalam negeri agar dapat beralih (diversifikasi) yang tadinya terbiasa mengolah makanan dengan bawang putih impor kepada jenis bawang putih lokal yang saat ini masih kurang diminati penggunaannya.
Dengan demikian, jika kebijakan tersebut dapat mendiversifikasi permintaan mereka, tentunya akan mempunyai dua keuntungan sekaligus, yaitu pertama: Para petani akan lebih bergairah untuk menanam kembali sehingga terjadi peningkatan hasil/panen produksi bawang putih lokal yang impaknya dapat meningkatkan pendapatan para petani, dan secara tidak langsung akan terjadi pengurangan jumlah kuota impor produk bawang putih di dalam negeri, akibat telah tingginya permintaan konsumen yang sudah beralih dan mengemari penggunaan produk bawang putih lokal sehari-hari.
Dalam jangka panjang, pemerintah perlu menghentikan impor pangan pada produk yang bisa dihasilkan di dalam negeri seperti bawang, buah-buahan, sayur-sayuran dan sebagainya. Sebab, impor bahan pangan, selain menghamburkan devisa, dapat membunuh produsen pangan dalam negeri dan mengancam kedaulatan pangan nasional. Selain itu, impor pangan hanya akan memakmurkan para spekulan dan komprador penjual. Di sisi lain, negara dengan penduduk lebih dari 100 juta orang, tidak mungkin bisa maju, jika kebutuhan pangannya bergantung pada impor (FAO, 1998). Negara perlu segera menjadikan sektor pertanian sebagai sumber kekuatan ekonomi nasional. Akhirnya, seluruh kebijakan politik-ekonomi menjelang tahun politik ini harus kondusif untuk bisa mengendalikan kenaikan harga pangan.

d.      Pemanfaatan Teknologi
Pertimbangan tambahan yang harus menjadi perhatian  bersama adalah dengan menggalakkan bidang penelitian dan pengembangan dalam pertanian. Dengan masih lemahnya diseminasi teknologi dan pemanfaatan teknologi tersebut kepada masyarakat secara luas menjadi salah satu kendala juga bagi adopsi penerapan teknologi dalam usaha meningkatkan produksi, di tambah lagi mekanisme investasi dan pembiayaan pertanian yang saat ini masih belum semua bisa dijangkau oleh masyarakat terutama para petani.
Meningkatkan kemampuan produksi dan menciptakan daya saing yang tinggi bagi komoditas pertanian dalam negeri terutama komoditas hortikultura menjelang era perdagangan bebas, menjadi salah satu dasar kekuatan ekonomi bangsa dan kunci untuk mengulang kesuksesan kembali Indonesia sebagai negara agraris (swasembada) yang mendukung perekonomian dunia.






BAB III
    PENUTUP
A.   Kesimpulan

     1)      Kenaikan harga produk hortikultura yang bervariasi memicu ketidakstabilan harga, khususnya bawang merah dan putih. Sebelumnya, harga bawang merah dan bawang putih berada di kisaran Rp 16-18 ribu per kilogram. Saat ini harga bawang putih melonjak menjadi Rp 72 ribu per kg, sedangkan bawang merah Rp 48 ribu per kg.
2)      Ada beberapa hal yang disinyalir menjadi penyebab naiknya harga bawang yang sedang terjdi akhir-akhir ini, diantaranya adalah sebagai berikut: Cuaca, Kurangnya pasokan dan naiknya harga bawang di China, Pelanggaran aturan importer daan Kebijakan Pembatasan importasi.
3)      ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi kenaikan harga, terutama komoditas bawang, agar menjadi stabil yaitu Mengawasi harga agar terkendali, Penurunan biaya sarana produksi, Edukasi terhadap konsumen lokal dan Pemanfaatan Teknologi

B.   Saran

Saran saya, perlu ditambah lagi kebijkan pemerintah mengenai impor bahan pangan sehingga tidak terjadi kenaikan harga yang membuat masyarakat menjadi semakin sulit dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari–hari.




DAFTAR PUSTAKA


http://www.tem po.co/read/kolom/2013/03/20/660/Mengatasi-Kenaikan-Harga-Bawang


http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2013/03/19/si-bawang-langka-ini-penyebabnya-544091.html