KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis
ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-Nya penulis dapat
menyelesaikan tugas karya ilmiah ini tepat waktu.
Penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing, Ibu Erita Siallagan S.Pd karena
telah mengarahkan penulis dalam menyelesaikan tugas ini yang merupakan salah
satu aspek penilaian mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Penulis berharap
karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya semua siswa maupun
siswi SMA Cahaya Medan.
Seperti peribahasa “Tak ada gading yang tak
retak“ . Penulis sadar bahwa masih ada kelemahan dan kekurangan dalam pembuatan
tugas ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan sarannya yang
bersifat membangun dari semua pihak untuk dapat diperbaiki dikemudian hari.
Medan,
Oktober 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR ................................................ . 1
DAFTAR
ISI ........................................................... . 2
BAB
I Pendahuluan
A. Latar belakang masalah ..................................... 3
B. Rumusan Masalah ............................................. 3
C. Metode Penulisan...............................................
3
D. Tujuan Penulisan .............................................. 4
E. Manfaat Penulisan ............................................. 4
BAB
II Pembahasan
A.
Sejarah Candi
Prambanan...................................
5
B.
Misteri Candi
Prambana......................................
6
C.
Manfaat Candi
Prambanan ................................. 8
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan ...................................................... 10
B.
Saran .......................................................................... 10
DAFTAR
PUSTAKA ................................................. .11
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang Masalah
Seperti
letusan dahsyat gunung merapi yang menyapu sejumlah wilayah di Yogyakarta pada
tahun 2006 M sempat membuat candi-candi di Prambanan mengalami kerusakan yang
cukup parah.Tidak sedikit stupa candi yang rontok dan jatuh ke tanah akibat
letusan dahsyat itu. Dan beberapa candi tidak berdiri tegak.Mungkin dengan saya
mengangkat masalah ini, masyarakat atau anda yang membaca tahu apa penyebab
kerusakan bangunan-bangunan bersejarah terutama pada candi prambanan. Dan latar
belakang saya yang terakhir adalah saya ingin candi prambanan berdiri kokoh
kembali setelah terjadi gempa dengan solusi yang ada baik dari pemerintah
maupun dari UNESCO yang ikut berperan sebagai jembatan bagi negara-negara yang
ingin membantu rehabilitasi Candi Prambanan lantaran candi ini telah menjadi
bagian dari apa yang diistilahkan sebagai world heritage.
B.
Rumusan Masalah
1 .
Bagaimana sejarah dari Candi Prambanan?
2 .
Apa misteri
dibalik berdirinya Candi Prambanan?
3 .
Apa manfaat
dari Candi Prambanan?
C.
Metode Penulisan
Adapun
metode penelitian yang di gunakan penulis :
Cara
Keperpustakan
Yaitu penulis mencari keterangan-keterangan
dari buku,internet dan media lain yang berhubungan dengan permasalahan yang
akan disajikan dalam penyusunan karya tulis ini.
D. Tujuan Penulisan
1 .
Untuk
mengenal lebih jauh tentang sejarah Candi Prambanan.
2 . Untuk
mengetahui apa misteri dibalik Candi Prambanan.
3 .
Untuk
mengetahui manfaat dari Candi Prambanan.
E.
Manfaat
Penulisan
Menambah wawasan penulis tentang Candi Prambanan sebagai
objek wisata dan peninggalan budaya bangsa.
BAB
II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Sejarah
Candi Prambanan
Prambanan
berasal dari kata para dan brahmana. Para yang berarti banyak dan brahmana yang
berarti orang suci hindu jadi prambanan dapat di artikan sebagai
prasasti-prasasti orang suci hindu. Candi prambanan adalah kelompok percandian
hindu yang dibangun oleh raja-raja dinasti sanjaya pada abad IX tepatnya pada
tahun 778 tahun saka. Ditemukannya nama pikatan pada candi ini menimbulkan
pendapat bahwa candi ini di bangun oleh rakai pikatan yang kemudian di
selesaikan oleh rakai balitung berdasarkan prasasti berangka pada tahun 856 M.
“PRASASTUI SIWARGHA” sebagai manifest politik untuk meneguhkan kedudukannya
sebagai raja yangt besar. Terjadinya perpindahan pusat kerajaan mataram ke jawa
timur berakibat tidak terrawatnya candi-candi di daerah ini ditambah terjadinya
gempa bumi serta beberapa kali meletusnya gunung merapi menjadikan Candi
Prambanan runtuh, tinggal puing-puing batu yang berserakan. Sungguh menyedihkan
itulah keadaan pada saat ditemukannya kembali candi prambanan.
Usaha
pemugaran yang di laksanakan pemerintah Hindia Belanda berjalan sangat lamban
dan akhirnya pengerjaan pemugaran yang sangat berharga itu diselesaikan oleh
bangsa Indonesia.Pada tanggal 20 Desember 1953 pemugaran candi induk Loro
Jongrang secara resmi dinyatakan selesai oleh Ir. Soekarno sebagai presiden Republik
Indonesia pertama.
Sampai
sekarang pengerjaan pemugaran di lanjutkan, yaitu pemugaran Candi Brahma dan
Candi Wisnu. Candi Brahma dipugar mulai tahun 1977 dan selesai di resmikan pada
tanggal 23 Maret 1987. sedangkan Candi Wisnu mulai di pugar pada tahun 1982,
selesai dan di resmikan oleh Bapak Presiden Soeharto pada tanggal 27 April 1991.
B. Misteri
Candi Prambanan
Candi
Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada
masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang
setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi
ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah
Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta,di tengah area
yang kini dibangun taman indah.
Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan
masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso
mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso
membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam.
Permintaan
itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan
membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru
dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000
karena merasa dicurangi.Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman
utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah
lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur.
Setiap candi utama
memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.
memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.
Memasuki
candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan
menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3
ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru
Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai
arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas. Di Candi Wisnu yang
terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan
yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah
selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca
Brahma.
Candi
pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi
Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang
bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang
bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip
elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti ‘terbit’
atau ‘bersinar’, biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno
atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari
kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta
(air suci para dewa).
Kemampuan
menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan
untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara.
Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara
lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan
alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand,
Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.
Prambanan
juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli,
relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan.
Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap
sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan,
relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini
membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam
mengelola lingkungannya.
Sama
seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan.
Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi).
Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk
pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Pohon
kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka
kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah
mendunia.
C. Manfaat Candi Prambanan
Manfaat
bagi Masyarakat
Selain
bagi dunia pendidikan, keraton juga sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat
sekitar, terutama dalam bidang perekonomian. Keraton telah menciptakan lapangan
pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Misalnya, banyak masyarakat yang berjualan
disekitar lingkungan keraton, baik makanan maupun cenderamata.
Ada juga yang menyediakan jasa
transportasi.Pengunjung Candi berasal dari wisatawan domestik maupun wisatawan
asing. Keraton juga memberikan keuntungan bagi pemerintah, karena dengan adanya
wasitawan baik domestik maupun wisatawan asing akan memberikan devisa.
Bagi
masyarakat Yogyakarta, Candi juga dapat menyerap tenaga kerja, sehingga jumlah
pengangguran dapat ditekan. Yogyakarta yang merupakan kota pelajar, kota budaya
dan kota sejarah merupakan tujuan para kaum urban dan para pelajar dari
berbagai penjuru Indonesia. Yogyakarta merupakan tempat bertumnya berbagai
jenis budaya dan adat yang dibawa oleh kaum pendatang.Yogyakarta juga merupakan
kota bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan
kemerdekaan. Di Yogyakarta pernah terjadi perlawanan tentara Indonesia yagn
dikenal dengan serangan 1 Maretnya. Yogyakarta juga pernah menjadi Ibu kota
Negara Indonesia di masa Indonesia sedang darurat. Istana Negara di Jakarta
dipindahkan ke Yogyakarta, guna mempertahankan martabat bangsa Indonesia dari
penjajah.
Manfaat bagi Pendidikan
Bagi
dunia pendidikan keraton merupakan tempat kajian ilmu, khususnya ilmu sejarah.
Siswa atau kalangan pendidikan dapat menggalai sejarah masa lampau dan
mempelajari kehidupan di masa lalu.Dengan mengetahui sejarah berdirinya maupun
pada masa kejayaannya maka para siswa atau pelajar akan sadar betapa besar
peradaban bangsa kita dimasa lalu.Candi Prambanan adalah salah satu peninggalan
sejarah dan budaya yang harus dilestarikan dan dijaga agar nilai-nilai bangsa
ini tidak jatuh.Dikalangan pelajar, keraton merupakan bukti dari betapa tinggi
peradaban budaya bangsa kita pada waktu.
Dengan
mempelajari sejarah dan budaya masa lalu, pelajar akan mengerti perjuangan para
pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini. Kewajiban
para pelajar dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan melestarikan budaya dan
tempat-tempat bersejarah yang berada bumi Indonesia ini.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil observasi ke Candi
Prambanan sebagai salah satu peninggalan sejarah bangsa Indonesia adalah :
1 . Prambanan berasal dari kata para dan
brahmana. Para yang berarti banyak dan brahmana yang
berarti orang suci hindu jadi prambanan dapat di artikan sebagai prasasti-prasasti
orang suci hindu.
2 . Candi prambanan adalah kelompok
percandian hindu yang dibangun oleh raja-raja dinasti sanjaya pada abad IX
tepatnya pada tahun 778 tahun saka.
3 . Pada tanggal 20 Desember 1953
pemugaran candi induk Loro Jongrang secara resmi dinyatakan selesaioleh Ir.
Soekarno sebagai presiden Republik Indonesia pertama.
B. Saran
1 .
Kita
sebagai generasi muda harus melestarikan kebudayaan Indonesia dengan menjaga
keutuhan keraton dan nilai seninya.
2 .
Kita
harus mengungkapkan Candi Prambanan dengan menulis sejarah Candi tersebut ke
dalam sebuah karya tulis guna kepentingan untuk melestarikan sejarah kebudayaan
Indonesia.
3 .
Candi
Prambanan harus dijaga keutuhannya dan keasliannya agar tetap terlihat
nilai-nilai sejarahnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Murdani, Hadiatmatja, M. Sejarah
Candi Prambanan, Museum Candi Prambanan. 1978.
KRT, Hudoprayogo. Arti dan Makna
Candi Prambanan, CV. Prayogo. Yogyakarta. 1994
http://www.wikipedia.org
http://www.google.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar